Friday, March 13, 2015

Life is (not) Fairytale

Diposkan oleh Chitra Lisyalaras di 1:31:00 AM 0 komentar
"Dalam dongeng saja ada ketidakadilan, apalagi dalam hidup" Chitra Lisyalaras, 2015.

"Setiap orang itu mungkin saja punya rasa sakit, baik sakit fisik maupun nonfisik. Hanya saja, ada yang memperlihatkan rasa sakitnya, ada pula yang tidak memperlihatkan". Chitra Lisyalaras, 2015.

Itu dia quotes of the day dari saya, bagus ga? Ahahaha entahlah tiba-tiba kok bisa nulis kalimat itu. Tapi ya sepertinya dua QotD itu merefleksikan apa yang saya (dan sebagian teman-teman) rasakan. Refleksi itu terjelas nyata saat kemarin, yang temanya adalah "Babi Kabeh" dan "Asu Kabeh".

"Yang sudah di Jawa dipindahkan ke rumahnya, yang luar Jawa diabaikan boro-boro dipindahkan. Suruh bertahan?" RMA, 2015.

"Selalu sedih saat mengisi 1770S, semuanya menguap bersama asap tiket pesawat". RMA. 2015.

Tambah lagi noh QotD nya, wakakaka, dari sang fenomenal RMA. Ya, semua ini memang tentang mutasi. Kepatuhan tapi tidak patuh. Keadilan tapi tidak adil. Sabar yaa teman-teman (dan saya tentunya). Orang baik itu banyak cobannya, liat aja di sinetron itu tokoh protagonis utama selalu ada masalah bertubi-tubi, hehe. Sinetron aja gitu, apalagi kehidupan nyata.PErnah denger kan kalo kita dikasi cobaan sama Allah berarti Allah sayang sama kita?

Yang jelas kesabaran kita sedang diuji. Kita dizolimi? mungkin saja. Semangat yuuuk teman-teman terklop yang pernah saya temuin! Muach.


Seputar Dunia Per-Softlens-an

Diposkan oleh Chitra Lisyalaras di 1:10:00 AM 27 komentar
Zaman SD – SMP, saya anti banget sama kaca mata, dan anti sama orang yang berkaca mata. Bukan dalam maksud tidak mau berteman sama yang berkaca mata, hanya saja saya pasti sedikit bergumam “kok bisa sih orang ini pake kaca mata”. Terus nih, dulu waktu sekitar tahun 1999-2000, booming banget nih serial Mandarin Putri Huan Zhu, disitu saya ngefans banget sama Tommy Su/ Alec Su, si pemeran Wu A Ke Yung Chi, eh tapi terus saya baca di tabloid kalo si Tommy Su itu punya mata minus 3, saya jadi ilfil, haha.

Pas kelas 3 SMP, Riza, temen sebangku saya, tiba-tiba memakai kaca mata, hmmm entahlah tepatnya minus 0.25 atau minus 0.5, saya lupa. Kemudian, saat pelajaran computer, kita hijrah ke lab computer, tapi sayangnya waktu itu saya sama Riza duduk paling belakang T_T. Trus entah kenapa waktu itu saya tiba-tiba bilang ama Riza “Za, cobain kaca mata dong, pengen tau gimana sih rasanya pake kaca mata”, trus saya pake lah kaca mata Riza, dan hasilnya adalah “YA AMPUN PAKE KACA MATA RIZA KO JADI JELAS SIH TULISAN DI PAPAN TULIS ”.

Nah, dari saat itu saya sadar kalo mata saya itu minus, tapi tetep aja denial dan ga pake kaca mata. Sampai akhirnya pas kelas 2 SMA gak tahan lagi, karena tulisan-tulisan di white board udah burem. Terpaksa deh pake kaca mata, itu pun dipake pas belajar aja, kalo ga belajar mah lepas. Tapi akhirnya mata makin burem jadi harus pake kaca mata terus T_T Kualat kali ya saya T_T

Bosen dan kadang ribet kalo pake kaca mata, pada tahun 2009-an saya coba pake alternatiF lain, yaitu pake softlens. Here there are softlens-softlens yang pernah saya pakai:

Softlens ‘Gatau Merk Nya Apa’
Waktu mau beli softlens, Mamah bilang “Belinya di Optik Krida aja Teh”. Dari situ entah kenapa saya kesana, terus dengan polosnya bilang mau beli softlens minus. Karena minus mata kanan kiri saya beda, jadi saya direkomendasikan buat beli suatu softlens, jangka waktunya 1 tahun, dan tersedia dari berbagai macam warna, entahlah merknya apa ya :s Walaupun mata kanan kiri kita beda, softlens itu bisa beli sepasang ajah. So far so good sih pake softlens ini, total udah 4 kali kalo ga salah beli softlens ini.

Softlens Avaira (Made in Europe)
Softlens ini biasanya saya beli di Optik Melawai, rekomendasi dari teman, Dwinita Ayu Khrisendi. Menurut dia, pake softlens ini serasa gak pake softlens. Softlens ini bening, gada warnanya, jadi gakan merubah warna bola mata kita. Periode pake softlens ini adalah 1 bulan. 1 box harganya sekitar 250 rb – 300 rb, terdiri dari 6 softlens (3 pasang). So, buat kamu-kamu yang sama kayak saya a.k.a. minus mata kanan kiri beda, terpaksa harus beli 2 box. Rekeomendasi temen saya emang bener sih, selama ganti-ganti dunia per-softlens-an, saya rasa softlens Avaira ini best of the best.

Softlens Freshlook (Made in USA)
Bosen sama softlens yang bening pas pake Avaira, saya mulai mencari-cari softlens warna lagi. Karena di Balikpapan ini paling banter saya ke Optik Melawai, ya akhirnya beli ajah softlens warna yang ada di situ, akhirnya ketemulah sama Freshlook. Softlens ini terdiri dari berbagai macam warna. Periode softlens satu bulan. Harga 1 box (isi satu pasang ajah) sekitar Rp250.000, belom lagi kalo minus beda, harus beli 2 box kaaaan.  Lumayan mahal sih, hehe. Tapi yaaa terkadang harga gak bisa menipu. Softlens ini enak sih, walopun sebenernya saya kurang suka dengan gradasi warnanya, mencolok tapi ga mencolok, gimana yah, ya gitu deh, hihi. Trus pake softlens ini serasa ngebuat wajah menjadi serasa suram.

Softlens Newlook (Made in Australia)
Nah, ternyata di Optik Melawai juga tersedia softlens ini, tapi ga didisplay. Saya juga taunya pas nganter temen saya beli. Kayaknya sih si Newlook ini adeknya freshlook , wkwkwk. Softlens ini banyak warna juga, terdiri dari 3 jenis: Newlook wonder, playful, satu lagi lupa. Periode pake softlens 3 bulan. 1 box isinya 1 pasang (2softlens) dengan harga per box Cuma Rp80.000 aja. Murah kaaaan? Dari warna sebenernya menurut saya  lebih bagus new look ini dibanding freshlook. Cuma saya ga cocok pake softlens ini, kadang gatel n gebuat kering sampe pernah softlensnya tiba-tiba jatoh, haha.

Softlens Freshkon (Made in USA)
Ini salah satu softlens selevel Freshlook. Softlens ini dijual di Optik Seis. Harga sepasangnya Rp190.000-200.000an. Yah, memang agak mahal dengan periode yang cuma 1 bulan. Cuma, harga tidak menipu sodara-sodara. Saya rasa ini juga salah satu the best buat softlens warna. Si softlens tipis banget, nyaman di mata, warnanya bagus, dan menurut saya warna-waenanya lebih oke dibanding freshlook.

Softlens X2 Bio (Made in Korea)
Hmmm sering banget denger merk softlens X2, tapi awalnya ga pernah sekalipun coba. Daaaaaan softlens ini banyak banget jenisnya ampe bingung sendiri X_X. Sampei suatu ketika baca review di internet, kalo softlens yang bagus untuk mata sensitif katanya X2 Bio. Akhirnya, coba beli juga deh si X2 Bio. Dengan harga sekitar Rp90.000an sepasang untuk masa waktu 6 bulan, saya rasa julukan 'softlens untuk mata sensitif' layak diberikan ke X2 Bio ini.

Oiya, berikut beberapa hal yang harus dilakukan kalo kamu-kamu mau memakai softlens:
-  Punya case tempat softlens, sebaiknya sebulan atau 2 bulan sekali diganti sih. Biasanya di toko-toko accesoris, atau di optic, banyak yang jual kok, dari yang polos, sampe yang lucu-lucu. Atau, biasanya ada merek pembersih softlens tertentu yang memberikan gratis casenya.
-  Punya cairan pembersih softlens. Pada saat ngebuka softlens dari mata, si softlens harus disimpan di dalam case dan direndam semaleman pake cairan softlens ini.
-   Bersihkan tangan sebelum memakai softlens.
-   Tetes mata (bila diperlukan)

Untuk pembersih softlens sendiri, banyak macemnya, harganya juga relatif sama, mengarah ke pasar monopolistic. Gada perbedaan berarti dari masing-masing pembersih. Saya sendiri sudah memakai bermacam-macam merk, dari Omega, Oxi five, Comple, dan Aquasoft.

Sekian sedikit cuplikan mengenai dunia persoftlensan dari saya. Semoga bermanfaat.

Monday, January 26, 2015

Beli Cakue

Diposkan oleh Chitra Lisyalaras di 7:29:00 PM 0 komentar
Setiap pulang ngantor, saya harus selalu melewati sebuah terminal. Di terminal itu, ada gerobak etalase yang jual cakue. Beberapa kali sih pernah beli. Selama saya beli cakue itu, pernah ada Bapak, Ibu, sama anak cowonya yang melayani. Mungkin mereka berkeluarga, entahlaaaaah. Tapi, yang paling sering sih yang melayani ya Bapaknya, beliau selalu menawarkan untuk menunggu dibuatkan cakue mendadak, supaya panas dan masih enak katanya.

Suatu sore di hari lain, saya melewati penjual cakue itu, dan berniat membeli cakuenya tentu saja. Pada saat itu, hanya ada Ibunya (I). Kemudian saya (S) menyampaikan bahwa saya bermaksud untuk membeli cakuenya.

S: "Bu, beli cakue, ada?"
I: "Mau beli berapa Mba?"
S: "Empat aja sih Bu".
I: "Tanggung eh Mba kalo cuma beli empat, sori yaaaa"

Sumpah, jadi males beli cakue kesitu. Semoga jika suatu hari saya menjadi penjual, saya tidak akan melakukan hal seperti itu, karena semua pembeli adalah raja, tidak membedakan kuantitas yang dia beli.
 

duniachitra Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review