Thursday, February 23, 2012

This Means War.

Diposkan oleh Chitra Lisyalaras di 9:44:00 PM 0 komentar

Kemaren malem, gw nonton film This Means War. Film ini nyeritain dua agen CIA terbaik yang temenan, Tuck (Tom Hardy) dan FDR (Chris Pine), tapi mereka beda sifat. Tuck itu penyayang, cowo baik, sedangkan FDR itu cowo bad boy yang banyak dikelilingi cewek-cewek. Tapi, mereka jadi saingan setelah ternyata mereka suka sama cewe yang sama, Lauren (Reese Witherspoon). Akhirnya, 2 cowo itu menggunakan kemampuan hebatnya sebagai agen CIA untuk saling bersaing ngedapetin Lauren. Sumpaaaaaaaaaah selama film ini diputer. Gw gak bisa berhenti ngakak. Beberapa adegan yang ngebuat gw ngakak:
1. Ketika Lauren ketemu Steve (mantan pacarnya yang ngekhianatin Lauren). Sialnya Steve barengan sama tunangan barunya. Panas dong hati Lauren.
Lauren: I have to go. Meet my boyfriend. He's surgeon. His name is Ken.
Steve: Ow great. bye.
Kemudian, Lauren ngunjungin restoran sushi langganannya. Gak disangka di restoran sushi tersebut dia ketemu lagi sama Steve+tunangannya.
Steve: The sit beside you surely for your boyfriend, Ken, right?
Sushi cook: Oh no, sushi just for one person. (si koki tersebut pake papan nama bertuliskan "Ken".
Lauren:...
2. Adegan ketika Lauren diajak FDR ke club malam, Lauren langsung pergi karena menganggap ke klab itu adalah pekerjaan 'anak ABG'. Di jalan, mereka berantem, tapi Lauren jadi berubah 180 derat, tiba-tiba maksa FDR buat buat nyium Lauren. Ternyata Lauren ngeliat Steve dan tunangannya lagi, akhirnya FDR mau juga sih nyium Lauren, dan ngaku sebagai ahli bedah otak >.<
3. Adegan ketika kosan Tuck "kebanjiran gara-gara FDR"
4. Adegan FDR so' tau tentang anjing.
5. adegan Tuck main senjata-senjataan.

Pokonya film ini itu:
1. Lucu. Sepanjang film gw ketawa.
2. Romantis.
3. FDR nya bo, Chris Pine ganteeeeeeeeng bangeeeeeeeeet. huwaaaaaaa.....

Buat kalian yang lagi PDKT, cocok deh ni film ditonton bareng di bioskop. Ato nonton pake DVD sambil nyantei juga oke.

Duh, jadi pengen punya pacar agen CIA, wakakakaka...

Tuesday, January 31, 2012

Kata Pengantar

Diposkan oleh Chitra Lisyalaras di 8:11:00 PM 0 komentar

KATA PENGANTAR


Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum wr. wb.

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada “Bapak Revolusi Alam” yang telah memberikan seluruh cintanya untuk umat manusia, Rasul kita Nabi Muhammad SAW, pada keluarganya, para sahabat dan kita semua selaku umatnya.
Dalam penulisan skripsi ini penulis mendapat beberapa kesulitan tetapi berkat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, semua kendala dapat dilalui. Karena itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dan dukungan moril pada penulis.
1. Ibu Prof. Dr. Hj. Ernie Tisnawati Sule, S.E., M.Si., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran.
2. Bapak Dr. Kodrat Wibowo, S.E., selaku Ketua Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan sekaligus dosen pembimbing atas waktu, bantuan, ide-ide, serta bimbingan selama penulisan skripsi.
3. Bapak Ferry Hadiyanto, S.E., M.A., selaku Ketua Jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan.
4. Bapak Bagdja Muljarijadi, Ir., S.E., selaku Sekretaris Jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan.
5. Ibu Dini Indrawati, S.E., M.E., selaku dosen wali selama menuntut ilmu di Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran.
6. Bapak Harlan Dimas, S.E., M.A. dan Bapak Dr. Arief Anshory Yusuf selaku Dosen Penguji, terima kasih atas masukan yang sangat berharga.
7. Segenap dosen-dosen FE Unpad khususnya dosen-dosen ESP yang telah memberikan pengajaran dan bimbingan.
8. Staf Administrasi dan Perpustakaan Fakultas Ekonomi yang telah membantu dalam kelancaran pembuatan skripsi.
Secara khusus, penulis mengucapkan terima kasih dan mempersembahkan skripsi ini kepada:
1. Ibunda Lily Herlina dan Ayahanda Sahir, yang telah mendidik, membesarkan, serta mendoakan penulis dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Seumur hidup pun penulis tidak akan bisa membalas jasa-jasa kalian.
2. Adikku (Alm) Dhita Dwi Putri dan Dhika Trinanda Putra, semoga skripsi ini dapat menjadi inspirasi.
3. Keluarga besar Mamah dan Bapa di Bandung, Cimahi, Banjar, Tasikmalaya, pengen deh suatu saat kita semua berkumpul bareng-bareng.
4. Yona Sembada, thanks for caring, giving, helping, supporting, and understanding me. I’m nothing without you 
5. Teman-teman Geng Broster, Riffa Tri Dinanti sang ketua, terima kasih telah menjadi tempat berkeluh kesah, semoga suatu saat kita bisa ‘nyambung’ kalo ngobrol dan tidak mengalami masalah pendengaran lagi, hehe, Neli Nurhasanah, terima kasih atas sharing ilmu, siraman rohani, dan segala kebaikannya, Ario Indrajid, yang sering jadi bank berjalan. terima kasih karena telah sering mengantar pulang Yo, maaf sering merepotkan, Muhammad Rifki Rizaldy, yang suka autis dengan dunianya sendiri dan begitu tergila-gila pada John Mayer, Gerinata Ginting, yang sering jadi transporter, kalian yang membuat penulis semangat pergi ke kampus, terima kasih telah mewarnai hidup penulis, kalian tidak akan terlupakan, karena kalian mempunyai keunikan tersendiri.
6. Teman-teman SMP 17 Bandung, Fitri Rosita dan Riza Setiawati, semoga persahabatan kita akan terus berlanjut sampai kita tua nanti.
7. Teman-teman SMA 24 Bandung, Indah Utaminingtyas, Diana Sarahwati, Tety Purwasih, Tety, kapan kita menyusul Indah dan Diana? Hihi…
8. Teman-teman sebimbingan, Zia Ul Rahman, terutama Ririn Ayurinda, terima kasih atas kebersamaan dan menjadi “sahabat dadakan” penulis. Susah senang telah kita lalui bersama, akhirnya kita dapat melewatinya dengan baik.
9. Teman-teman ESP 2006: Mitha-Alfan, Anggi, Jogi-Bagus, Yunissa, Derry, Grace, Cumut, Nur, Tina, Yani, Nita, Ine, Atya, Thama, Yugi, Dini, Wenty, Nada, Chendy, Iwan, Akfini, Mega, Supri, Dea, Gita Jun, Hotma, Arie, Dewi, Retno, Alin, Siska, Ucup, Vina-Agung, Dara-Adit, Lita-Dani, Meta-Ervan, Gilang-Ody, Mamet, Ian, Ali, Jebleh, Ain, Kokon, Hanna, Eel, dan semuanya yang ber-NPM 120210060XXX.
10. Teman-teman PPJ kelompok 7 (Ekonomi Moneter):, Gine, Abrar, Irman, Rizal, Nidya, Dipha, Randy, Kiky, Jaka, Wita, Raymond.
11. Senior-senior ESP ’02 (Kang Herfino, makasih atas infonya), ESP ’03. ESP ’04, ESP’05 (Kang Teguh, terima kasih atas share ilmunya) juga junior ESP ’07. ESP ’08, yang tidak bias disebutkan satu per satu.
12. Teman-teman Sastra Inggris Unpad 2005, terutama kelas B, Leily Kemala Tejarahmi, Santi Rosnawati, Anifatur Rohmah, Rika Rahmiwati, dan semua orang yang ber-NPM H1D050XXX, terima kasih untuk satu tahun yang menyenangkan.
13. Teman-teman KKN Unpad periode Juli-Agustus 2009 Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi: Listri ‘Uni’, Sapoe ‘tukang jajan’, Vera ‘Amy Lee’, Ira, Indah, Yonna, Tita, Yayu, Mira, Nancy, Riska, Anggit Rama, Alfian, Anim, Dienda, Deka, Tendi, Tarmin, Atiqa, Thabi, Odat, Riana, Alek, Nandang, , Anggi, Yuli, juga untuk Pak Rustandi, Bu Rustandi, Awal, yang rumahnya menjadi tempat tinggal KKN selama 36 hari, terima kasih telah menjadi keluarga baru penulis, KKN memang tak terlupakan, tapi bukan untuk diulang, hehe. Pangumbahan, all rise!!!
14. Kopma Group: Teh Uwie, Teh Nur, terima kasih karena bersedia menjadikan Amour Comics sebagai base camp penulis and the genk. Maaf suka menuh-menuhin tempat dan suka nitip barang, padahal jarang banget minjem komik, novel, ataupun DVD.
15. Teman-teman SD Sukarela 3: Popy, Indah, Puja, Rani, Meta, Desty, Dichi, Arie, Rizal, Reza, Okeu, Fadli, Arif, Iqbal, Okeu, Chandra, Dodi, Ayooo kapan kita reunian lagiiiiii? Kangeeen banget sama kalian.
16. Murid-muridku di tepat les, Alya, Putri Pertiwi, Putri Andani, Fathur, Carla, Razan, Adiral, Arbi, kalian satu-satunya alasan mengapa saya tidak malas masuk kerja.
17. Teman-teman Paduan Suara Mahasiswa Unpad 2007, walaupun Cuma sebentar di PSM, seneng banget bisa berada di tengah-tengah kalian, coz what we are about to sing is very ‘songful’.
18. Semua pihak yang belum disebutkan di atas yang turut membantu dalam penyusunan skripsi ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Tiada gading yang tak retak, demikian pula pada skripsi ini. Oleh sebab itu, atas kekurangsempurnaan skripsi ini, penulis mengharapkan sumbang saran dan kritik konstruksif. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat berguna khususnya bagi penulis dan pada umumnya bagi para pembaca.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Bandung, April 2010
Penulis

Chitra Lisyalaras

Monday, November 14, 2011

Dr. Arief Anshory Yusuf

Diposkan oleh Chitra Lisyalaras di 5:32:00 PM 0 komentar

Pagi ini dimulai seperti biasa, saya selalu membuka email saya, takut-takut ada balesan email dari atasan, wkwkwkwk... KEtika saya membuka email, terdapat milis. Milis tersebut merupakan milis almamater jurusan saya waktu kuliah, ESP Unpad. Isi pesan di email tersebut mengatakan bahwa Dr. Arief Anshory Yusuf Meraih Award Bergengsi Dunia "The Peter Nijkamp Research Encouragement Award", di Miami, Amerika Serikat, 12 Nov 2011. The Peter Nijkamp Research Encouragement Award adalah penghargaan yang diberikan oleh Regional Science Association Internasional (RSAI) untuk akademisi muda potensial dari negara berkembang dalam bidang Regional Science (Ilmu Kewilayahan).

Wowwwww, hebat yaaaa, dia orang INdonesia pertama yang meraih penghargaan tersebut, berkat ketekunannya dalam penelitian. Two thumbs up...

Jadi pengen curhat tentang kuliah dulu, :D
Siapa sih Pak Arief ini? aku juga ga terlalu kenal, hihihi...
Yang jelas, dia adalah dosen jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) Universitas PAdjadjaran, almamaterku, hihihi...
Dulu waktu kuliah, saya cuma belajar sekali dengan beliau, waktu mata kuliah Evaluasi Proyek, di semester 5, dulu itu kuliahnya tiap hari Rabu jam setengah 10, 3 SKS, di ruang C202, kalo ga salah, hihi...
Setelah masa kuliah evaluasi Proyek itu, saya gak pernah "bertemu" dengan beliau. Saya baru "bertemu" lagi dengan beliau pada tanggal 25 Maret 2010, yaaa....waktu saya sidang, karena beliau dosen penguji saya..

Ya, saya inget, dulu dosen penguji saya terdiri atas dua orang, Dr. Harlan Dimas dan Dr. Arief Anshory Yusuf.

Saya memang terkena sial, karena kedua penguji saya itu datengnya ga berbarengan. Ya...artinya saya harus deg-deg-an dua kali. Pertama, saya diuji oleh Pak Harlan. Memang yaaaa, masuk ke ruang sidang itu membuat badan panas, haha... Waktu diuji sama Pak Harlan, yaaaaa so far so good lah, saya sih ngerasa gitu, kesalahan saya cuma dikit-dikit :D

Setelah selesai sidang dengan Pak Harlan, ternyata di ruang sebelah teman saya, Zia ul Rahman (selanjutnya dipanggil Jaul) sedang disidang oleh Pak Arief Anshory. Saya berasumsi bahwa setelah Jaul keluar dari ruangan, saya akan memasuki ruang panas selanjutnya karena setahu saya, yang diuji oleh Pak Arief Anshory hanya saya dan Jaul. PAs ngeliat Jaul disidang, nampak muka dan gesture Jaul "panas", tidak tenang, dll, wkwkwk. JAdilah saya ikut deg-deg-an. sidang Jaul pun berakhirlah. Dia keluar dengan mata merah, sepertinya akan menangis, entah akan menangis (uppppsss :D)

Akhirnya saya masuk ruangan tersebut. kemudian entah mengapa mata saya terpana pada sebuah white board yang menempel di dinding. Kemudian saya bergumam
Sial ada white board, aduhhhh takut disuruh nurunin rumus :'(


Akhirnya saya pun menjelaskan slide-slide yang berisi tentang ringkasan skripsi saya. Berbeda dengan Pak Harlan yang membiarkan saya menjelaskan terlebih dahulu semua slide saya sebelum neghujani saya dengan pertanyaan, Pak Arief ini beda. Beliau langsung "meng-cut" apabila memang beliau memang ingin bertanya kepada saya. Dalam hati saya bergumam dengan nada pedih, Ya allah, ternyata ini toh rasanya Jaul tadi disini :'( Semua pertanyaan Bapak pas awal-awal udah dijawab saya, walopun saya ngerasa jawaban saya enggak nyambung >.<

Sebelum sidang, saya udah agak tenang, karena hasil regresi tersebut merupakan hasil regresan terbaik saya. You know what, dalam skripsi yang saya buat, tahap yang paling susah adalah bagaimana membuat hasil regresan dari data yang kita punya itu bagus, dalam arti sesuai dengan logika dan teori tentunya. Setiap anak ESP kayaknya pernah mengalami berpuluh-puluh kali gagal dalam ngeregres sampai bertanya-tanya kepada Allah, "Ya allah, saya punya salah apa sampai hasil regresan saya jelek terus? " hahahahahahahaha.....

Sidang S1 di FE (sekarang FEB) itu semi terbuka, gimana yah maksudnya... Jadi sidang dilaksanakan di ruangan kecil, tapi pintunya gak ditutup. JAdi pas saya sidang saya bisa ditonton temen-temen yang berdiri di pintu ato noong-noong dari jendela.

Tibalaaaaah pada saat interpretasi hasil regresi,...
Saya (S) : setiap satu persen kenaikan pada pendapatan perkapita, akan meningkatkan penerimaan pajak sebesar 11,26740 %, ceteris paribus.
Pak Arief (A): Tunggu-tunggu yakin kamu angkanya 11?
S: Iya Pak yakin (dengan muka polos tapi so' yakin)
A: Gak logic itu, sekarang kalo pertumbuhan ekonomi 7 %, berarti penerimaan pajak naik berapa persen? 77%, gitu? it's impossible.
S: Maaf Pak, tapi blablabla (saya gak inget lagi pembelaan yang dulu dilontarkan, wakakakaka)
A: Salah kamu modelnya nih. Sekarang TR = Ln(Yp) sekarang coba kamu turunin rumus tersebut!
S: jlebb... (gatau apa yang saya mau tulis) :s walaupun saya tetep aja megang spidol, menghampiri white board, nulis rumus turunan tersebut, satu hal yang saya syukuri adalah saya masih ingat bahwa integral Ln x adalah 1/x. Thanks God...
A: Tuh kan gabisa kaya gitu, karena blablabla (saya gak inget lagi apa yang dikatakan beliau karena yang saya inginkan hanyalah sesegera mungkin keluar dari ruang sidang, hahaha..)
S: Iya Pak.... (muka memelas)..
A: JAdi GAK MUNGKIN angkanya itu 11, gimana coba kamu interpretasinya?
S: Gini Pak...blabla...
A: Kamu gak percaya sama saya? Berani bayar saya berapa kalo saya bener dan kamu salah?
S: (Jleb,pengen nangis rasanya T_______T (percaya Pak, dengan muka memelas pengen nangis, tapi ditahan). Seketika itu saya melihat teman-teman saya di pintu yang menonton saya tercengang dengan tatapan nanar, mungkin mereka 'seru' melihat sidang saya, dan Pak Arief pun sepertinya menyadari moment itu.
A: Kalian ini ngintip-ngintip, kalo mau nonton ya sini masuk semuanya.
(Akhirnya teman-teman saya pun masuk untuk menonton lanjutan sidang saya)

Pak Areif pun ngelanjutin menyidang saya..
A: Saya yakin harusnya koefisien pendapatan perkapitanya itu paling hanya 0 koma sekian.
S: ....
A: Ya sudah. Tapi, saya ingin kamu bikin satu model lagi, yang variabel korupsinya itu deviasi dari rata-rata korupsi dunia.
S: Alhamdulillah, akhirnya selesai juga sidangnya. But what? deviasi dr rata-rata dunia? wong nyari data korupsi ICRG Indonesia aja udah rempong, karena datanya ga gratis -_- But kumaha engke welah, yang penting sidang ini brakhir)

Keluar dari ruang sidang, mata saya berkaca-kaca, huwaaaaaaaaaaaaaaaa.....

Pas lagi berkaca-kaca, Pak Arief menghampiri saya
A: Bukan 11% ya, kayaknya cuma 0,11% , paling maksimal juga 1% lah(dengan wajah tidak sesangar pas sidang) -_-
S: Iya Pak... (untung belum keburu nangis)

Setelah sidang, pikiran udah ga karuan, takut pending cuy T_______T

Tapi, pas yudisium sama Sekretaris jurusan, ternyata saya lulus,nilai A alhamdulillah. Ditambahin, katanya saya excellent, karena katanya Pak Arief jaraaaang banget ngasih nilai A sama yang diujinya. Iya juga sih, dari beberapa sampling angkatan-angkatan terdahulu, gada yang nilai A, asdos tempat saya mengorek informasi cara uji Pak Arief pun dapet A- :D Berarti penjelasan pembelaan gw pas sidang lumayan meyakinkan yaaaa, wakakakakak.

Yudisium.
Senang.
SKL dapet.

Tapi tiba saat pas revisi. gw bingung. Data korupsi dari ICRG itu ga bisa diakses secara free. nyari data ICRG Indonesia 1984-2008 aja rempongnya gilaaaaaaa. Harus rekap tu data-data manual yang keluar per bulan (padahal data gw tahunan) di BI Jakarta. itupun cuma ada di BI Jakarta, hardcopy, dan cuma ada tahun2 terbaru. Bayangkan gw menginterpolasi data dari bulanan ke tahunan, semua negara, dan memangnya ada majalah bulanan tahun 1984, gw yakin udah ada di gudang BI entah dimana.

Selain cara tersebut di atas, ada cara lain sih. BELI data tersebut. GW samapi ngeemail langsung Political Risk Service buat nyari info gimana data tersebut bisa didapetin dengan mudah dan nanya berapa harganya. zzzzzzz -_-

akhirnya gw nyerah. trus gw nelepon Pak Arief

S: Bapak, saya chitra, yang tgal 25 Maret diuji sama Bapak, tentang revisi Pak, saya mengalami kesulitan dalam menemukan rata-rata korupsi dunia. saya pake data ICRG, harus berbayar datanya.
A: Pake indeks korupsi lain.
S: data saya dari 1984 Pak. indeks lain semisal transparency index cuma ada dari tahun 1996/1997 an, data saya kan time series, jadi ga mungkin pake indeks itu T_T
A: ah kamu, usaha lagi ah.
S: *jleb*

Gara-gara stress, saya ngadu sama dosen pembimbing saya, Bapak Kodrat Wibowo (K).
S: *wajah memelas* Bapaaaaaaak, gimana atuh revisi saya sama Pak Arief? ga nemu datanya T___T
K: Ya kalo saya sih udah ga masalah. Yang Pak Harlan udah?
S: Yang Pak Harlan udah Pak, tinggal yang Pak Arief.. T___T
K: Hubungin Pak Ariefnya, bilang kalo susah, blablabla..
S: Udah Pak, tapi malah disuruh usaha lagi nyari datanya.
K: emang susah ya nyari datanya?
S: susah Pak, harus bayar T___T
K: cari tau berapa harganya.
S: dikonversiin sekitar 4 juta Pak.
K: yaudah sana beli, udunan tuh sama si Ririn, kalian kan soulmate.
S: -_-

Stress makin menjadi-jadi.

Akhirnya gw ngeemail APk Arief lagi, ngeluh kedua kalinya tentang betapa sulitnya gw mendapatkan data tersebut. Beberapa kali bales-balesan email, beliau nanya lagi data tersebut data apa, nyruruh usaha lagi, coba ini coba itu, dan tidak menyelesaikan masalah.

Beberapa hari email gw gak dibales. Revisian skripsi pun semakin suram.

Tapi, di saat yang gak disangka-sangka, Pak Arief tiba-tiba kirim email, isinya sebuah data berbentuk tabel-tabel. Ternyata isinya adalah indeks korupsi bulanan seluruh negara dari tahun 1984 sampai tahun 2009. Yipppppiiiiiieeeee, gw tinggal membuat tu data dari bulanan menjadi tahunan, trus ngitung deviasinya deh. :D

Setelah dapet data itu, gw ngeregres kemabali dengan variabel korupsinya merupakan deviasi dari rata-rata korupsi dunia -_- Gw selalu terngiang-ngiang kalo koefisiennya itu harusnya "nol koma sekian, paling besar juga 1". Tapi hasil regresan gw gabisa nyampe angka segitu buat koefisien pendapatan perkapitanya T____T

Gw udah nyerah, akhirnya gw nekad ngasih revisian SEBULAN setelah sidang ke Pak Arief. Bayangkan, sebulan! Gw udah deg-deg an setengah mati buat nemuin beliau. Akhirnya ngehampirin juga sih.
S: Pak, ini hasil revisian saya. Maaf Pak, koefisien pendapatan perkapitanya ga bisa nyampe 1, apalagi nol koma, regresan terbagus saya cuma mencapai koefisien 3, gabisa lebih kecil lagi T___T
A: trus ada masalah ga? (means multikolinearity, heteroscedasticity, dan autokorelasi)
S: Ga ada Pak.
A: Oh ya udah kalo gitu
S: udah Pak???
A: Iya udah
S: *bernapas lega*

Well, itu dia pengalaman 'menyeramkan' gw dengan Pak Arief,wakakakakaka.... but, all in all, beliau itu sangat pintar, dosen yang punya link sama data khusus yang susah diakses itu sesuatu banget. Terima kasih Pak atas masukkannya selama saya diuji, terima kasih pula atas bantuan datanya. Suatu saat, saya ingin menjadi dosen super yang pintar seperti Bapak :)

 

duniachitra Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review